Friday, 11 July 2008

Benarkah daging sebabkan kanker?

Kanker, selain terkait dengan faktor lingkungan, juga tidak terlepas dari unsur makanan yang kita konsumsi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kanker bisa dijauhi jika kita membiasakan diri untuk mengonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, minum teh hijau, serta menghindari makanan daging. Kanker tercatat sebagai penyebab kematian yang dominan pada anak-anak usia 3-14 tahun. Menurut American Cancer Society, penyebab kematian terbesar pada wanita adalah kanker payudara (19%), kanker paru-paru (19%), serta kanker kolon dan rektum (15%). Sementara pada pria, didominasi oleh kanker paru (34%), kanker kolon dan rektum (12%), serta kanker prostat (10%). Diperkirakan, 80-90% kanker disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan dan makanan.

Dari sudut pandang gizi, diketahui bahwa energi, protein, zat besi, seng, dan vitamin A berperan penting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Defisiensi zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, dan akhirnya tubuh tidak mampu menahan karsinogenesis (pemicu terjadinya sel kanker).

Dalam studi menggunakan hewan percobaan terbukti bahwa pembatasan makanan tertentu dapat mencegah pertumbuhan berbagai tumor. Teori yang mendasari hal itu ialah dengan pembatasan makanan akan menyebabkan perubahan hormonal di dalam tubuh, sehingga proses tumorigenesis (pembentukan tumor) menjadi terhambat. Penyakit tumor terlihat cenderung menimpa hewan percobaan (tikus) yang mempunyai berat badan berlebih akibat terlalu banyak makan.

Makanan yang kaya akan lemak ternyata berkaitan erat dengan munculnya kanker usus dan kanker payudara. Sedangkan kandungan lemak yang rendah dan konsumsi serat yang tinggi, seperti pada pola makan vegetarian, dapat menekan jumlah penderita kanker. Tumorigenesis akan semakin berkembang pada pola makan yang rendah lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh, baik tunggal maupun ganda, selama ini dikenal sebagai lemak yang bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung koroner. Bahan nabati seperti kacang-kacangan umumnya kaya akan lemak tak jenuh.

Hormon tertentu diduga ikut bertanggung jawab pada munculnya tumor. Pengeluaran hormon itu dipicu oleh konsumsi lemak yang tinggi. Contohnya adalah hormon prolaktin (serum) yang merangsang pertumbuhan tumor, ternyata kadarnya semakin meningkat apabila makanan yang kita konsumsi kaya akan kandungan lemak.

Ketika kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA (senyawa amina-amina heterosiklis) yang dipercaya dapat menyebabkan kanker. HCA muncul sebagai reaksi antar protein hewani selama proses pemasakan atau browning (pencokelatan). Semakin sedikit HCA yang terbentuk, semakin sehat daging yang kita konsumsi. Namun, banyak orang yang tidak tahu bahwa cara memasak makanan ternyata sangat mempengaruhi jumlah HCA yang terbentuk. Memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA lebih sedikit dibandingkan dengan menggoreng, membakar, atau memanggang di atas kompor yang suhunya tinggi. Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus atau memasak dengan oven, praktis tidak menghasilkan HCA.

Berbagai percobaan pada hewan menunjukkan bahwa HCA berpotensi mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih. Studi yang dilakukan New York University Medical Center mengemukakan bahwa wanita yang rajin makan daging merah memiliki peluang menderita kanker payudara dua kali lipat dibandingkan mereka yang hanya makan daging unggas dan ikan.

Mengonsumsi daging sebaiknya selalu disertai dengan sayur dan buah sebagai sumber antioksidan. Buah-buahan seperti jeruk, sangat kaya akan vitamin C yang merupakan golongan antioksidan kuat. Demikian juga konsumsi sayuran berwarna hijau juga akan menetralkan pembentukan HCA.

Sekilas Kanker

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang kanker. :
  1. Setiap orang mempunyai sel kanker di dalam tubuh. Sel-sel kanker ini tidak terlihat dalam tes standard hingga mereka berkembang biak menjadi bermilyar milyar. Ketika dokter mengatakan kepada pasien kanker bahwa tidak ada lagi sel kanker di tubuh mereka setelah perawatan, itu berarti bahwa tes yang dilakukan tidak mampu mendeteksi sel kanker karena sel kanker tersebut tidak sampai pada jumlah yang dapat diprediksi.
  2. Kanker sel terjadi antara 6 sampai 10 kali di dalam hidup manusia.
  3. Ketika kekebalan tubuh manusia kuat, sel-sel kanker akan rusak dan dicegah dari pembiakan dan pembentukan tumor.
  4. Ketika seseorang mengidap kanker, diindikasikan orang tersebut mempunyai beragam gangguan nutrisi. Hal ini bisa disebabkan oleh factor genetik, lingkungan, makanan dan gaya hidup.
  5. Untuk menanggulangi beragam gangguan nutrisi, mengubah diet dan termasuk suplemen akan menguatkan kekebalan imun.
  6. Kemoterapi melibatkan sel kanker beracun yang tumbuh dengan cepat dan juga merusak sel sehat yang tumbuh dengan cepat di sumsum tulang, organ bagian dalam dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti hati, ginjal, jantung, paru-paru, dsb.
  7. Radiasi ketika menghancurkan sel kanker, juga membakar dan merusak sel sehat, jaringan dan organ.
  8. Perawatan awal dengan kemoterapi dan radiasi akan sering mengurangi ukuran tumor. Akan tetapi penggunaan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak menghasilkan kehancuran tumor.
  9. Ketika tubuh telah banyak mempunyai racun yang terbakar akibat kemoterapi dan radiasi, sistem imun yang dibinasakan karenanya akan lemah dari berbagai macam infeksi dan komplikasi.
  10. Kemoterapi dan radiasi bisa mengakibatkan sel kanker bermutasi dan menjadi bersifat menentang serta sulit dihancurkan. Pembedahan juga dapat mengakibatkan sel kanker menyebar ke bagian lain.
  11. Sebuah cara yang efektif adalah membuat sel kanker lapar dengan cara tidak memberinya makanan yang dapat menyebabkannya berkembang biak.
  12. Protein hewani sulit untuk dicerna dan membutuhkan banyak enzim pencernaan. Daging yang tidak dicerna secara sempurna, sisanya di dalam isi perut menjadi antaran untuk membangun racun.
  13. Dinding kanker dialasi oleh protein yang tangguh. Mempertahankan diri dengan memakan sedikit daging dapat membebaskan enzim untuk melawan dinding protein sel kanker dan membiarkan sel pembunuh dalam tubuh menghancurkan sel kanker.
  14. Beberapa suplemen membangun kekebalan imun (IP6, Flor-ssence, Essiac, anti oksidan, vitamin, mineral, EFA, dll) dan memungkin kan sel pembunuh dalam tubuh menghancurkan sel kanker. Suplemen-suplemen lain seperti vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis, atau pemrograman kematian sel, metode tubuh normal dari penempatan sel yang rusak, tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan.
  15. Kanker adalah penyakin pikiran, tubuh dan jiwa. Semangat yang proaktif dan positif akan membuat selamat. Kemarahan, tidak memaafkan dan kepahitan menempatkan tubuh ke dalam keadaan penuh stress. Belajarlah mempunyai semangat mencintai dan memaafkan. Belajarlah santai dan menikmati hidup.
  16. Kanker sel tidak dapat tumbuh dengan subur dalam lingkungan beroksigen. Berolahraga setiap hari, dan bernapas dengan dalam membantu mendapatkan oksigen lebih banyak.
  17. Terapi oksigen adalah cara lain untuk menghancurkan sel kanker.

SEL KANKER HIDUP DENGAN:

  • Gula adalah umpan kanker. Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu berbahaya. Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes tebu tetapi dalam jumlah yang amat sedikit. Garam meja mempunyai tambahan kimia untuk membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.
  • Susu membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan.
  • Sel kanker tumbuh dengan subur di lingkungan asam. Diet anti daging adalah bersifat asam, yang terbaik adalah memakan ikan dan ayam daripada daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker.
  • Diet dengan 80% sayur dan buah segar, biji-bijian dan kacang-kacangan membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. 20%nya bisa diperoleh dari makanan matang termasuk kacang. Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dalam 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat. Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum jus sayur segar (semua sayuran termasuk kacang2an) dan makan sayuran mentah 2 atau 3 kali sehari. Enzim rusak pada temperature 104 derajat Farenheit atau 40 derajat Celcius.
  • Hindari kopi, teh, dan coklat yang mempunyai kafein tinggi. Teh hijau adalah alternative terbaik yang mempunyai sel penumpas kanker. Yang terbaik meminum air bersih atau air yang telah disaring untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng. (balitaanda)

Kanker Leher Rahim

Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.

Memang istilah "kanker" sendiri sudah pasti memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Laksana seorang terpidana menerima hukuman mati.

Bagaimana pula dengan kanker leher rahim?

Apakah juga sama menakutkannya dengan beberapa kanker lainnya?

Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat saja, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini.

Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi?

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.

Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.

Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.
Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual.

Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.

Pengobatan

Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:
  1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
  2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.

Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Resiko untuk terserang kanker:

Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar.Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim.


Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ? Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.

Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama).

Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.

Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Semoga.

Dapatkah anda membayangkan, bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda memberikan hasil abnormal?

Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas, manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang 'Pap Smear' dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan 'Pap Smear', maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya.

Apakah artinya jika 'Pap Smear' anda abnormal.

Hasil 'Pap Smear' dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan 'Pap Smear'. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan 'Pap Smear' yang abnormal adalah:

1. Unsatisfactory 'Pap Smear'

Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan 'Pap Smear' pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda. Jika ada infeksi atau inflamasi

2. Kadang-kadang pada pemeriksaan 'Pap Smear' memberikan penampakan terjadinya inflamasi.

Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan 'Pap Smear', biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur'. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani 'Pap Smear' lagi.

3.Atypia atau Minor Atypia

Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan 'Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai 'atypia'. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan 'Pap Smear' lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.

Apakah kolposkopi itu?

Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi.Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.

Bagaimanakah dengan aktifitas seksual anda?

Pada tahap ini, anda tidak perlu kuatir dengan aktifitas seksual anda. Anda tidak perlu absen melakukan aktifitas seksual hanya karena pemeriksaan 'Pap Smear' anda positip, karena keadaan kanker atau pre-kanker yang anda derita tidak mungkin ditularkan kepada suami anda. Tetapi jika sedang dalam pengobatan penyembuhan, sebaiknya tanyakanlah kepada dokter anda kapan anda dapat melakukan hubungan sanggama lagi dan seberapa seringnya hubungan tersebut.

Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan?

Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif, sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi, bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi. Jadi deteksi dini adalah hal yang sangat esensial sekali. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda, anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan 'Pap Smear' setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil 'Pap Smear' anda normal, ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh, dan anda dapat melakukan pemeriksaan 'Pap Smear' tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu.(Dr. Yohanes Riono ,Dept of Surgery Holywood Hospital.)

Kanker=Kiler No. 1


Apa yang Anda ketahui tentang penyakit kanker ? Mungkin banyak pembaca yang akan menilai, bahwa tema ini kurang menarik, sebab merasa dirinya sehat disamping itu usiapun masih muda, jadi ngapain baca artikel seperti ini, beda dengan artikel mengenai majalah Playboy ataupun mengenai kehebohan masalah kartun yang haram; itu ada jauh lebih menarik. Tetapi apakah Anda tahu bahwa satu dari setiap tiga orang di Amerika Serikat di prediksikan akan kejangkitan penyakit kanker ! Kanker merupakan pembunuh nomor dua setelah penyakit jantung, bahkan dipastikan dalam jangka waktu tidak lama lagi akan menjadi Killer No. 1 („Top Ten" U.S. News edisi 20 Mei 1991).

Cobalah renungkan berapa besar keyakinan Anda, bahwa Anda sendiri tidak akan terjangkit penyakit kanker ? Mungkin kita semua sedang menunggu kloter yang berikutnya saja dalam antrean yang panjang ini !

Banyak orang menyepelekan penyakit kanker. Pada awalnya tumor ganas yang sebesar ukuran ujung jarum terbentuk dalam jangka waktu satu hingga lima tahun, maka dari itu sudah dapat dipastikan, apabila sebuah tumor sudah dapat diraba, berarti sel-sel kanker sudah merambat ke organ-organ lain (metastase): hati, paru-paru dan tulang belakang atau dalam arti kata lain dimana sebelah kaki Anda sudah berada diliang kubur ! Oleh sebab itulah berdasarkan statistik dari RS Kanker Dharmais ternyata 84% dari penderita baru datang saat kanker sudah mencapai stadium lanjut.

Memang benar pada saat ini kita sudah memiliki pendeteksi kanker yang canggih seperti mamogram, sehingga kanker payudara sekecil beras sekalipun sudah bisa ketahuan, tetapi kenyataannya berdasarkan statistik 10 sampai 30 di antara 100 wanita yang menjalani mamogram sering mendapatkan laporan yang tidak benar alias negatif palsu, seakan-akan tidak ada sel tumor yang ganas, tetapi kenyataannya mereka itu menderita kanker. Oleh sebab itulah juga jangan percaya 100% akan hasil dari mamogram atau USG, bila ada gumpalan sebaiknya selalu minta agar dibiopsi. (McDougall´s Medicine: A Challenging Second Opinion).

Kanker itu bukan hanya sejenis satu macam penyakit saja, tetapi banyak. Yang bisa dikategorikan sebagai penyakit kanker itu ada 250 macam jenisnya dan dapat dimulai dari semua sel tubuh kita.

Nama kanker itu sendiri sebenarnya diserap dari bahasa Inggris "Cancer". Celsus (28 SM - 50 sM) seorang dokter Rumawi yang pertama kali menterjemahkan kata Carcinos dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin "Cancer" yang berarti kepiting. Sedangkan perkataan "tumor" itu sendiri diserap dari bahasa Latin yang berarti pembengkakan.

Kebanyakan kanker itu walaupun pada awalnya telah dikalahkan dan kelihatannya menjadi sembuh, tetapi setelah sekian tahun akan kambuh kembali. Suatu laporan dari "Cancer & Diet" yang diterbitkan oleh East West Foundation menunjukkan bahwa dalam suatu penyelidikkan di Inggris pada wanita berusia di bawah 30 tahun yang mempunyai bibit kanker payudara yang telah diangkat, diketemukan bahwa 25 tahun kemudian 80% dari mereka meninggal dunia, karena penyakit lamanya kambuh kembali, walaupun menurut keterangan para Dr nya bibit kanker tsb telah dibersihkan total dari tubuhnya.

Dalam kasus penyakit kanker; penyebab kematian yang paling umum adalah kanker paru-paru, sedangkan pengidap penyakit kanker yang paling umum pada kaum pria adalah kasus penyakit kanker prostat sedangan bagi kaum perempuan adalah kanker payudara.

Ada tiga macam cara yang sudah dianggap sebagai prosedur standar dalam rangka penyembuhan kanker ialah melalui operasi, radiasi dan kemoterapi, walaupun demikian dari ketiga usaha tsb tidak ada satupun yang dapat memperkuat kekebalan tubuh terhadap kanker, sehingga dapat mencegah kanker tsb kambuh kembali.

Efek sampingannya dari terapi radiasi ialah sel-sel sehat di sekitar sel kanker akan turut menjadi hancur dan rusak. Hal ini terjadi karena energi radiasi cahaya tidak bisa difokuskan ke daerah tertentu saja, melainkan disebar ke sekeliling daerah penyakit.

Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk membunuh sel. Seperti yang ditulis dalam buku The Conquest of Cancer: Obat-obatan dan zat kimia yang dimasukkan ke dalam tubuh Anda ada sedemikian beracunnya, sehingga bukan saja hanya sekedar mematikan sel-sel dan jaringan untuk membasmi tumor, tetapi sekaligus juga merusak sel-sel lainnya sehingga melemahkan sistem kekebalan Anda. Oleh sebab itulah efek sampingannya seperti pusing, mual terus menerus, rambut rontok dan anjloknya jumlah butiran darah selalu dialami oleh hampir setiap pasien yang melakukan terapi kemoterapi.

Bahkan menurut Harold W. Harper penulis buku "How you can beat the killer diseases", dalam usaha membinasakan sel-sel ganas dengan metode terapi radiasi maupun kemoterapi ini sama seperti juga ingin menghilangkan satu kutil kecil dengan cara membakar pakai obor api yang besar.

Oleh sebab itulah sekali Anda terkena kanker, maka sudah bisa dipastikan seumur hidup Anda harus selalu tetap berhubungan dengan dokter. Dan siapa yang nantinya akan keluar sebagai pemenang itu semuanya tergantung dari berapa besarnya kekuatan dompet keuangan maupun kekuatannya dari tubuh Anda. (kabarindonesia)

Kanker mulut akibat hpv pada pria meningkat

Sebuah studi baru yang dilakukan para peneliti Amerika menemukan bahwa Human Papillomavirus (HPV) yang kini merupakan penyebab kasus kanker mulut yang sama banyaknya dengan tembakau dan alkohol, akan menjadi penyebab utama dalam 10 tahun ke depan. Para peneliti menduga hal ini disebabkan perubahan dalam perilaku seksual pria dan penurunan kanker mulut yang tidak berkaitan dengan HPV.

Studi ini dipublikasikan pada awal Februari 2008 dalam edisi pertama Journal of Clinical Oncology dan dilakukan oleh para peneliti di divisi Epidemiologi dan Genetik Kanker, Institut Kanker Nasional, Bethesda, Maryland dan Institusi Medis Johns Hopkins, Baltimore yang juga berlokasi di Maryland.

HPV telah diketahui sebagai penyebab kanker serviks (mulut rahim) pada wanita dan telah diadakan program vaksinasi di banyak negara termasuk Amerika untuk mengimunisasi gadis dan wanita muda terhadap strain HPV.

Virus yang menyebar melalui hubungan seksual ini diduga sebagai penyebab lebih dari 70% kasus kanker serviks dimana ditemukan 12.000 kasus baru dan menyebabkan hampir 4.000 kematian di Amerika saja setiap tahunnya.

Meskipun studi terdahulu telah menunjukkan adanya risiko kanker mulut dan kelamin sebagai akibat infeksi HPV tapi sampai kini belum ada program imunisasi HPV untuk pria. Dr. Nugroho Kampono, SpOG dari FKUI Jakarta mengungkapkan bahwa salah satu alasan belum perlunya vaksinasi HPV untuk pria karena prevalensi kanker akibat HPV pada pria jauh lebih rendah daripada wanita.

Produsen penemu vaksin HPV yaitu Merck & Co. dilaporkan akan meminta Food and Drug Administration (FDA) untuk menyetujui vaksin untuk pria tahun ini. Diharapkan dengan memvaksinasi pria dapat menghentikan penyebaran virus kepada wanita dan menurunkan kasus kanker serviks.

Studi terhadap pria sedang dilakukan dan ada bukti yang menunjukkan bahwa memvaksinasi pria juga bermanfaat bagi dirinya. Selain kanker mulut, HPV juga menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan dubur.

Salah satu peneliti studi, dr. Maura Gillison dari Universitas Johns Hopkins berkata, “Kita perlu memulai diskusi mengenai kanker lain selain kanker serviks yang dapat dipengaruhi secara positif oleh vaksin HPV.”

dr. Maura Gillison menduga orang yang melakukan seks oral dengan 5 atau lebih pasangan selama hidupnya memiliki kemungkinan yang lebih besar mengalami kanker tenggorokan dan penyebabnya adalah strain HPV yang telah diketahui.

Dalam studi baru ini, Gillinson dan rekan penelitinya memeriksa hampir 46.000 kasus kanker mulut yang terjadi antara tahun 1973-2004 dimana data tersebut disediakan oleh Institut Kanker Nasional. Peneliti memisahkan kasus menjadi 2 kelompok yaitu yang berkaitan dengan HPV (lebih dari 17.500) dan yang tidak berkaitan (lebih 28.000).

Hasilnya menunjukkan bahwa:

* Kanker mulut akibat HPV didiagnosa pada usia yang lebih muda dibanding yang tidak berkaitan HPV (secara respektif, usia pria yang didiagnosa adalah 61.0 dan 63.8 tahun).
* Insiden kanker mulut akibat HPV meningkat secara signifikan dari tahun 1973 sampai 2004, umumnya terjadi pada pria muda berkulit putih.
* Insiden kanker mulut yang tidak berkaitan HPV tidak berubah dan tetap stabil selama kurun waktu tahun 1973 sampai 1982, kemudian insiden semakin menurun setelahnya.
* Peningkatan angka keselamatan hidup dari terapi radiasi lebih nyata untuk kanker akibat HPV dibandingkan yang tidak berkaitan.

Para peneliti mengambil kesimpulan bahwa kasus kanker sel skuamosa mulut (Oral Squamous Cell Carcinoma/OSCC) yang potensial berkaitan dengan HPV meningkat di Amerika Serikat sejak 1973 sampai 2004, yang mungkin diakibatkan perubahan perilaku seksual. Kemajuan terbaru dalam angka keselamatan dengan radioterapi juga mengambil bagian dalam etiologi OSCC.

Diperlukan studi yang lebih banyak mengenai efek HPV terhadap pria, untuk mengimbangi bukti efeknya terhadap wanita yang telah ada. Dari sekitar 40 strain HPV yang menyebar melalui hubungan seksual, sebanyak 13 strain diketahui menyebabkan kanker pada pria dan wanita.

Jangan salah persepsi, vaksin HPV yang sudah ada sekarang tidak dapat menyembuhkan infeksi melainkan hanya menghadang 4 strain HPV yang diketahui sebagai penyebab utama kanker serviks. Hal inilah yang menyebabkan program vaksinasi HPV ditujukan bagi para gadis sebelum mereka aktif secara seksual. (medicastore)

Thursday, 10 July 2008

Pap smear : tes skrining kanker serviks


Memahami pentingnya Pap smear, termasuk cara melakukannya, apa artinya jika hasil abnormal dan mengapa perlu menjadi bagian pemeriksaan kesehatan rutin anda.

Pap smear, disebut juga tes Pap adalah prosedur sederhana untuk mengambil sel serviks anda (bagian bawah, ujung dari uterus). Dinamai sesuai dengan penemunya, George Papanicolaou, MD. Pap smear tidak hanya efektif untuk mendeteksi kanker serviks tapi juga perubahan sel serviks yang dicurigai dapat menimbulkan kanker. Deteksi dini sel ini merupakan langkah awal anda menghindari timbulnya kanker serviks.

Sejak wanita mulai melakukan Pap smear lebih dari 50 tahun lalu, angka kematian karena kanker serviks menurun drastis. Dulu kanker serviks merupakan penyebab utama kematian karena kanker pada wanita di Amerika Serikat, namun kini hanya menempati urutan ke 15 menurut American Cancer Society. Sekitar 3.700 wanita meninggal setiap tahun karena kanker serviks (angka ini dapat terus menurun jika lebih banyak wanita melakukan Pap smear).

Siapa yang Harus Melakukan Pap Smear?

American Cancer Society merekomendasikan Pap smear pertama sekitar 3 tahun setelah hubungan seksual pertama atau pada usia 21 tahun. Setelah usia 21 tahun, petunjuknya sbb:

  • Usia (tahun) :21 – 29 , Frekuensi :Sekali setahun Pap smear regular atau setiap 2 tahun menggunakan Pap smear berbasis cairan
  • Usia (tahun) :30 – 69 , Frekuensi:Setiap 2 – 3 tahun jika anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan
  • Usia (tahun) :Lebih dari 70 , Frekuensi : Anda dapat menghentikan Pap smear jika anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan dan Pap smear anda normal selama 10 tahun

Tanpa melihat usia anda, jika anda memiliki faktor resiko anda perlu melakukan tes setiap tahun. Faktor resikonya yaitu:

  • riwayat aktivitas seksual saat remaja, khususnya jika anda memiliki lebih dari 1 pasangan seks
  • saat ini memiliki pasangan seks yang banyak (multiple)
  • pasangan yang memulai aktivitas seksual sejak dini dan yang memiliki banyak pasangan seksual sebelumnya
  • riwayat penyakit menular seksual
  • riwayat keluarga dengan kanker serviks
  • diagnosis kanker serviks atau Pap smear memperlihatkan sel prakanker
  • infeksi human papilloma virus (HPV)
  • perokok
  • terpapar dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir
  • infeksi HIV
  • sistem imun yang lemah karena beberapa faktor seperti transplantasi organ, kemoterapi atau penggunaan kortikosteroid kronis

Jika anda melakukan histerektomi total (operasi pengangkatan uterus termasuk serviks) tanyakan dokter anda apakah anda perlu melanjutkan Pap smear. Jika histerektomi dilakukan untuk kondisi non-kanker, seperti fibroids, anda dapat menghentikan Pap smear rutin. Namun jika histerektomi dilakukan untuk kondisi prakanker atau kanker, saluran vagina anda harus diperiksa untuk mengetahui adanya perubahan abnormal.

Persiapan Pap Smear

Untuk meyakinkan Pap smear anda efektif, ikuti tips berikut sebelum melakukan tes:
hindari berhubungan seksual atau menggunakan obat vaginal atau busa/krim/gel spermisid selama 2 hari sebelum melakukan Pap smear karena ini dapat menyembunyikan sel abnormal
coba untuk tidak menjadwalkan Pap smear selama periode haid anda, walaupun tes dapat dilakukan lebih baik untuk menghindari waktu tertentu dari siklus anda

Bagaimana Pap Smear Dilakukan?

Pap smear dilakukan di ruang dokter dan hanya beberapa menit. Pertama anda berbaring di atas meja periksa dengan lutut ditekuk. Tumit anda akan diletakkan pada alat stirrups. Secara perlahan dokter akan memasukkan alat spekulum ke dalam vagina anda. Lalu dokter akan mengambil sampel sel serviks anda dan membuat apusan (smear) pada slide kaca untuk pemeriksaan mikroskopis.

Pap smear

Dokter akan mengirim slide ke laboratorium, dimana seorang cytotechnologist (orang yang terlatih untuk mendeteksi sel abnormal) akan memeriksanya. Teknisi ini bekerja dengan bantuan patologis (dokter yang ahli dalam bidang abnormalitas sel). Patologis bertanggung jawab untuk diagnosis akhir.

Pendekatan terbaru dengan menggunakan cairan untuk mentransfer sampel sel ke laboratorium. Dokter akan mengambil sel dengan cara yang sama, namun dokter akan mencuci alat dengan cairan khusus, yang dapat menyimpan sel untuk pemeriksaan nantinya. Ketika sampel sampai ke laboratorium, teknisi menyiapkan slide mikroskopik yang lebih bersih dan mudah diinterpretasikan dibanding slide yang disiapkan dengan metode tradisional.

Umumnya dokter akan melakukan Pap smear selama pemeriksaan panggul (prosedur sederhana untuk memeriksa genital eksternal, uterus, ovarium, organ reproduksi lain dan rektum). Walaupun pemeriksaan panggul dapat mengetahui masalah reproduksi, hanya Pap smear yang dapat mendeteksi kanker serviks atau prakanker sejak dini.

Hasil Tes Anda

Pap smear bukan digunakan untuk mendiagnosa penyakit, hanya sebagai tes skrining untuk memperingatkan dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sel abnormal dipilih secara hati-hati untuk mengirim pesan spesifik kepada dokter anda tentang resiko yang ada. Berikut beberapa istilah yang mungkin digunakan dokter dan kemungkinan langkah anda selanjutnya:

  • Normal. Tes anda negatif (tidak ada sel abnormal terdeteksi). Anda tidak perlu pengobatan atau tes lebih lanjut sampai Pap smear dan pemeriksaan panggul selanjutnya.
  • Sel bersisik atipikal tidak terdeterminasi signifikan (Atypical squamous cells of undetermined significance)
  • Sel bersisik tipis dan datar, tumbuh di permukaan serviks yang sehat. Pada kasus ini, Pap smear mengungkap adanya sedikit sel bersisik abnormal, namun perubahan ini belum jelas memperlihatkan apakah ada sel prakanker. Dengan tes berbasis cairan, dokter anda dapat menganalisa ulang sampel untuk mengetahui adanya virus yang dapat menimbulkan kanker, seperti HPV. Jika tidak ada virus, sel abnormal yang ditemukan tidak menjadi perhatian utama. Jika dikhawatirkan ada virus, anda perlu melakukan tes lebih lanjut.
  • Lesi intraepitelial sel bersisik (Squamous intraepithelial lesion). Istilah ini digunakan untuk mengindikasi bahwa sel yang diperoleh dari Pap smear mungkin sel prakanker. Jika perubahan masih tingkat rendah, ukuran, bentuk dan karakteristik lain dari sel memperlihatkan adanya lesi prakanker yang dalam beberapa tahun akan menjadi kanker. Jika perubahan termasuk tingkat tinggi, ada kemungkinan lebih besar lesi akan menjadi kanker lebih cepat. Perlu dilakukan tes diagnostik.
  • Sel glandular atipikal (Atypical glandular cells). Sel glandular memproduksi lendir dan tumbuh pada permulaan serviks dan dalam uterus. Sel glandular atipikal mungkin menjadi abnormal, namun tidak jelas apakah mereka bersifat kanker. Tes lebih lanjut diperlukan untuk menentukan sumber sel abnormal.
  • Kanker sel bersisik atau sel adenokarsinoma (Squamous cancer or adenocarcinoma cells). Sel yang diperoleh dari Pap smear memperlihatkan abnormal, sehingga patologis hampir yakin ada kanker dalam vagina, serviks atau uterus. Sel bersisik menunjukkan kanker timbul di permukaan datar sel pada serviks. Adenokarsinoma menunjukkan kanker timbul di sel glandular. Jika sel sejenis ditemukan, dokter akan segera melakukan investigasi lebih lanjut. Selain mencari abnormalitas, dokter akan memutuskan untuk memeriksa jaringan dengan mikroskop khusus dalam prosedur colposcopy & mengambil sampel jaringan (biopsi). Colposcopy sering digunakan untuk melengkapi diagnosis.

Mempercayai Hasil Tes

Pap smear bukanlah pembuktian yang main-main. Namun tidak tertutup kemungkinan anda memperoleh hasil negatif palsu. Artinya tes memperlihatkan tidak ada sel abnormal, walaupun sebenarnya anda memiliki sel atipikal. Perkiraan kejadian hasil negatif palsu dengan Pap smear konvensional kurang dari 5% atau 1 dari setiap 20 wanita. Pap smear berbasis cairan akan memberi hasil negatif palsu yang lebih sedikit. Dengan tes yang sama, hasil positif palsu sangat jarang.

Hasil negatif palsu tidak berarti ada kesalahan yang dibuat, banyak faktor yang menyebabkan negatif palsu, yaitu:

  • pengambilan sel yang tidak cukup
  • sel abnormal sedikit
  • lokasi lesi tidak dapat dijangkau
  • lesi kecil
  • sel abnormal meniru sel benigna
  • darah atau pembengkakan sel menyembunyikan sel abnormal

Walau sel abnormal dapat terdeteksi, waktu berada di pihak anda. Kanker serviks memerlukan beberapa tahun untuk berkembang. Jika satu tes tidak dapat mendeteksi sel abnormal, maka tes selanjutnya akan dapat mendeteksi. (mayoclinic)

Dampak buruk formalin dalam makanan Indonesia

Sebulan terakhir ini kita dikagetkan lagi mengenai berita ditemukannya produk makanan dalam hal ini permen yang mengandung formalin. Apabila hal ini terus terjadi maka akan membawa dampak buruk bagi manusia terutama anak-anak yang mengkonsumsi permen yang mengandung formalin di kemudian hari.

Formalin adalah racun yang bersifat karsinogen (penyebab kanker) dan tidak ada level aman untuk formalin jika tertelan seberapapun encernya. Upaya razia harus dilakukan terus menerus, bagi yang bersalah harus ditindak tentu dengan hukuman yang layak.

Apa sih Formalin itu?

Formalin sendiri sebenarnya dikenal sebagai obat untuk pengawet mayat. Sampai sekarang pun dalam lingkungan rumah sakit masih digunakan untuk mengawetkan contoh jaringan tubuh manusia dari hasil biopsi atau contoh langsung diambil pada saat operasi sebelum diperiksa di laboratorium.

Sebenarnya formalin mengandung 37 % formaldehid dalam pelarut air dan bisanya juga mengandung 10 % metanol (pelarut). Formalin memiliki karakteristik tidak berwarna, bau yang keras dan mempunyai berat jenis 1,09 kg/l dalam suhu 20 derajat Celsius.

Di masyarakat formalin digunakan secara luas sebagai obat antiparasit. Formalin secara efektif digunakan untuk membunuh berbagai macam parasit dan bakteri yang menempel pada ikan hias.

Selain itu pada peternakan kadang-kadang formalin yang tentunya telah diencerkan digunakan sebagai disinfektan. Larutan formalin yang digunakan biasanya dengan konsentrasi 1/100 sampai 1/10000.

Dampak formalin terhadap manusia

Formalin merupakan zat toksik dan sangat iritatif untuk kulit dan mata. Formalin bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen (menyebabkan perubahan sel, jaringan tubuh), korosif dan iritatif. Uap dari formalin sendiri sangat berbahaya jika terhirup oleh pernafasan dan juga sangat berbahaya dan iritatif jika tertelan oleh manusia.

Untuk mata, seberapa encerpun formalin ini tetap iritatif. Jika sampai tertelan maka seseorang tersebut harus segera diminumkan air banyak-banyak dan segera diminta untuk memuntahkan isi lambungnya.

Dampak buruk bagi kesehatan pada seorang yang terpapar dengan formalin dapat terjadi akibat paparan akut atau paparan yang berlangsung kronik (bertahun-tahun), antara lain sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual-mual, gangguan pernafasan baik berupa batuk kronis atau sesak nafas kronis.

Formalin juga dapat merusak persyarafan tubuh manusia dan dikenal sebagai zat yang bersifat racun untuk persyarafan tubuh kita (neurotoksik). Gangguan pada persyarafan berupa susah tidur, sensitive, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.
Formalin juga dapat diserap oleh kulit dan seperti telah disebutkan di atas juga dapat terhirup oleh pernafasan kita. Oleh karena itu dengan kontak langsung dengan zat tersebut tanpa menelannya juga sudah dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Penggunaan formalin jangka panjang pada manusia dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Bahkan pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.
Sampai sejauh ini informasi-informasi yang ada menyebutkan tidak ada level aman bagi formalin ini jika tertelan oleh manusia. Sekali lagi, jelas bahwa zat ini sangat berbahaya jika terpapar pada tubuh manusia baik kontak langsung, terhirup ataupun tertelan.

Formalin dilarang untuk makanan

Penelitian Badan POM menunjukkan bahwa formalin terdapat pada makanan yang sehari-hari kita konsumsi yaitu mie basah, ikan asin dan tahu. Padahal seharusnya formalin dilarang digunakan pada makanan karena dampak buruk akibat penggunaan dari zat beracun tersebut.
Masalahnya masyarakat selama ini tidak mengetahui mana produk yang mengandung formalin mana yang tidak. Mengingat dampak penggunaan kronik penggunaan formalin tersebut sangat berbahaya dan dampaknya baru dirasakan di masa datang.

Sekali lagi langkah perlindungan terhadap masyarakat harus segera diambil. Tindakan tegas juga harus diambil para pengusaha yang mengimpor produk-produk makanan yang mengandung bahan beracun tersebut.

Razia yang terus-menerus harus selalu dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) RI untuk terus konsisten mencari dan menemukan makanan dan minuman yang mengandung formalin agar masyarakat terbebas dari bahaya formalin. (21/08/2007 - dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB )